"sex in chatting"
bagiku sangat menyenangkan. ibarat mengubah nafsu menjadi bisnis.
gini critanya..
beberapa waktu lalu aku chat di mirc dengan nick "ce.34B".
spontan saja cowok hidung belang banyak yang minta kenalan, dan ujung-ujungnya minta ML.
salah satu korban berhasil aku kerjain habis-habisan.
aku berperan sebagai cewek jablay centil dengan gaya bahasa yang mampu membuat
cowok 'on'.
singkat cerita, si cowok minta ML beneran. ini adalah moment menguntungkan buat aku.
mumpung diya lagi horny tinggi, aku manfaatin dia,agak sedikit manja minta dibeliin
pulsa sebesar Rp10.000,00,hehehe...
tanpa basa-basi aku kasih tahu no.HPku.tak lama kemudian,pulsa elektrik masuk ke nomer ku.
hihihi..aku senyum-senyum sendiri deh.
selanjutnya,aku bilang boleh ketemuan di stasiun jebres.eh,ternyata dia benar2 kesana.
dia coba hubungin nomorku,tapi dengan cueknya aku biarkan HPku berdering.
setelah tersadar kalau aku kerjain,dia 'misuh-misuh' dan nyumpahin macam-macam.hehehe...
sekali lagi,dengan cueknya aku hapus massagenya dari handphoneku.
yup!!!"Merubah nafsu menjadi bisnis".
Kamis, 2008 November 06
SEX IN CHATING
Senin, 2008 Juli 07
DEWASA adalah PILIHAN

menurut saya, dewasa dapat diukur dari, bagaimana seseorang menyikapi suatu masalah,dan bagaimana seseorang dapat mengambil pelajaran dari masalah itu.
selain itu dewasa dapat dilihat dari cara berpikir seseorang,sikap berjiwa besar, dan open mind.
Dewasa bukan berarti menjadi seorang cowok atau cewek yang gaul, perokok, minum, punya cewek, playboy, playgirl, punya cowok, sombong, tapi tidak mampu menyelesaikan masalah secara objectif dan tidak berjiwa besar.
Dalam hidup ini, entah disadari atau tidak sesungguhnya kita mengalami sebuah proses belajar yang panjang, sejak kita dilahirkan proses itu dimulai, kita menjadi murid, sedang proses itu sendiri menjadi guru. melewati masalah demi masalah, dilewati atau kadang terlewati. dari sekian banyak masalah itu timbul sebuah pengalaman berharga, setidaknya ada yang bisa dipetik sebagai pelajaran, baik itu pelajaran baik maupun pahit.
Ketika mengalami sebuah kegagalan pun sesungguhnya kita sedang ditempa untuk lebih berani dan berhati-hati menghadapi tantangan dan peluang. keberanian dan kehati-hatian seperti gas dan rem pada sebuah mobil, jika tidak berimbang menggunakannya pasti terjadi ketidak harmonian.
Dalam pelajaran Emotional Quetion (EQ) sering kali digambarkan bahwa sikap emosional yang benar indikasinya adalah seseorang dapat bersikap dewasa.. sebenarnya seperti apakah bentuk sikap dewasa itu, beberapa ahli mendefinisikan sikap dewasa sebagai berikut :
a. pandai beradaptasi
b. tepat dalam berkata
c. berfikir sistematis/rasional
d. pandai mengendalikan emosi (marah, malu, takut, dst)
e. memiliki simpati dan empati
Digambarkan dalam sebuah kisah, seorang olahragawan sedang ditepi jalan, ia melakukan sedikit peregangan dgn meluruskan tubuh dan tangannya bertumpu pada sebuah mobil, mobil itu berada pada tepian jurang. gerakannya seperti hendak mendorong mobil, padahal sesungguhnya ia hanya sedang melakukan gerak peregangan tubuh.
disisi lain, seorang pengendara melihat olahragawan tadi, ia berhenti dan turun dari mobil, lalu berdiri disisi olahragawan, kemudian mendorong mobil itu kuat-kuat... mobil pun meluncur ketepi jurang.
Dari sisi sang supir, menurut pengamatan singkatnya dan pengalamannya, gerakan olahragawan itu adalah gerakan orang yg ingin mendorong mobil. dengan rasa empati yg dia punya, ia berusaha membantunya dgn ikut mendorong.
tiada yang salah dari 2 hal ini, tapi jika saja, supir ini berusaha lebih memahami apa yg tengah dikerjakan oleh olahragawan tadi, tentu kejadian itu tidak terjadi.
Kitapun seringkali terlibat masalah dgn orang lain, cekcok, bermusuhan, dls karena kita melihat masalah dari satu sisi saja, tidak berusaha melihat dari sisi lawan kita... (bahkan kadang tidak mau tau dgn kondisinya).
Justru kita semakin dewasa manakala kita berusaha memahami, mempelajari, dan mengerti apa yg menjadi persoalan orang lain, memandang persoalan dari sisinya, bukan dari sisi kita, yang sering kali menyebabkan penilaian yang subjektif.
Pada akhirnya, jika kita mampu menyelami perasaan orang lain, memahami nya, .. hampir dipastikan masalah dapat di eliminir, dapat di minimalisir dan hidup pun menjadi lebih indah.
thx mas sams!
SAM's site!!
Read More..
Senin, 2008 Juni 23
akhir kisah doraemon
hhmmm.....buat temen2 yang cinta doraemon, nih ada cerita akhirnya doraemon...
versi english..sengaja nggak saya terjemahin,cuz baca versi english lebih dapet fillnya...
okz....selamat membaca!!
.............................................................................................................................
One day, a very normal day, Nobita came back from school and went upstairs of his house. Doraemon was there sleeping, just like the other normal day.
“Hey, Doraemon, please wake up, lets play! “, but Doraemon does not wake up.
Nobita thought that Doraemon is tired, so he went out to play with Shizuka-chan and other folks. After few hours, he returned to his home, but Doraemon was still sleeping. Nobita felt something strange, and tried to wake him up. But there was no reply. He became to feel afraid, and tried to wake him up. But whatever he does, Doraemon did not wake up. Nobita exactly knew that something was different.
This never happened before. He began crying, but though he screamed or cried, the famous fat-cat-robot did not make a single move at all. He came up to one idea, and jumped into his desk-the time machine-and went to the future to meet Dorami-chan, Doraemon’s sister. He begged her for help, and forced her to go with him back to 1998.
After a short trip again back to 1998 by the time machine, Dorami-chan looked all over his brother Doraemon to see what was wrong with him. After few minutes, she said “the battery is out”
Nobita was relieved, and said, “Battery? So he is not broken right? Please replace or recharge his battery, and put him back like before.”
But Dorami-chan shook her head and said,”Nobita-san, should I really do that?”
Nobita said, “What? What do you mean?”
Dorami-chan replied, “His main battery is here, close to his pocket. And it ran out. But originally, he had a back-up battery in his ears, but as you know, his ears were eaten by a rat very many years ago, so he does not have a back-up battery now.”
“So what do you mean?”
“I mean, if I replace his battery, every memory of you will be eternally lost from his brain program.”
“WHAT?????”
“Shall I do that?”
Nobita closed his eyes. He cried, but after few minutes, he stopped crying,and quietly told Dorami-chan, “Dorami-chan, thanks for coming here. I will take care of the rest. You have to go back to your future time now.”
Dorami-chan could not decide what to do, but anyway she hugged Nobita quietly, and she went back home. After he went back, Nobita carried Doraemon and placed him into the shelf.
TIME FLIES……….
Year 2010, Nobita grew up. Since that day, he changed. He studied hard, did not cry anymore, and he lived without Doraemon. He told Shizuka and other folks that Doraemon had to go back to his future, and could not meet him anymore.
Shizuka was impressed to Nobita’s mysterious appearance which became completely different from 10 years ago. They fell in love, and married. Nobita became a scientist. He made a laboratory in his room, and was studying hard with his job all day. He told Shizuka not to come into the room, as it is very dangerous inside.
But one day, he called Shizuka and told her to come in to his room. It was the first time for her to enter his husband’s room. The moment she went in, she lost her words… There was her friend, Doraemon, who she used to play in her childhood days. Doraemon was not moving. It seemed as he was sleeping.
“Look, Shizuka, I will plug in from now.” Nobita turned on the main switch on Doraemon. Doraemon quietly, very quietly, started to open his eyes.
It was the moment the inventor of Doraemon became clear. It was Nobita. He studied hard and hard just to meet and talk with his old friend again. Going back and forth of time, Nobita was the one who made Doraemon. He discovered all the programs and architecture of Doraemon-type-robot.
Nobita and Shizuka was crying gently.
Doraemon opened his eyes. He looked around, and finally said, “Nobita-kun, did you finish your homework?”
There was the same white clouds in the sky like the times they used to spend together…
Read More..
